Assalamualaikum... Blog ini adalah tentang semua yang saya suka, termasuk 3 hal ini. LIFE, tentang hal-hal yang berhubungan dengan hidup. LOVE, tentang semua yang dengan kasih sayang dan cinta. Dan, FASHION, adalah semua produk yang saya jual tentunya. Terima kasih untuk orang-orang yang sudah mampir ke blog ini. Dan semoga blog ini bisa bermanfaat untuk orang lain. Cheers... Wassalamualaikum.
Jumat, 23 November 2012
Pernahkah?
Saat kau duduk santai dan menikmati harimu, tiba-tiba kamu terpikirkan ingin berbuat sesuatu kebaikan amal shaleh? Itu adalah Allah, yang sedang berbicara denganmu dan mengetuk hatimu. Allah SWT berfirman, “Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma'ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keredhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.” (QS. 4 :114)
Sembilan Kemuliaan Shalat Tahajud
Rasulullah bersabda, "Barangsiapa menjaga sholat tahajud dengan sungguh-sungguh, maka Allah memberinya sembilan kemuliaan, terdiri dari lima kemuliaan didunia dan empat di akhirat.
Di dunia:
1. Allah jauhkan dari bencana.
2. Tanda kesholehan memancar diwajahnya.
3. Akan dicintai hamba Allah yang sholeh pula dan disegani manusia.
4. Bicaranya jadi hikmah dan berwibawa.
5. Mudah memahami Agama Allah.
Di akhirat:
1. Bangkit dengan wajah penuh cahaya.
2. Mudah saat di hisab.
3. Seperti kilat menyambar melewati shirot.
4. Menerima catatan amal dari sebelah kanan.
SubhanAllah, "Semoga Allah meng-ilhamkan kepada kita dan keluarga kesenangan dan kekhusyuan shalat malam..." Aamiin
Ketika Kamu...
Ketika kamu tetap tersenyum, meskipun merasa sakit...
Ketika kamu tetap memberi, meskipun tak pernah dibalas...
Ketika kamu tetap ceria, meskipun terluka...
Ketika kamu tetap diam, meskipun perih...
Dan ketika kamu bahagia, meskipun kehilangan....
Di situlah ketulusan hati sedang diuji...
Kesedihan mengajarkan tentang indahnya kebahagiaan... Seperti juga sakit,mengajarkan tentang nikmatnya sehat... Dan apabila sakit, Allah SWT yang menyembuhkanya...
Seringkali kita berputus asa tatkala mendapatkan kesulitan atau cobaan.
Padahal Allah SWT telah memberi janji bahwa di balik kesulitan ada kemudahan, pasti ada jalan keluar ygan begitu dekat...
Jika Tidak Bisa
Jika tidak bisa KAYA, maka jangan MENCURI.
Jika tidak mau miskin, maka jangan MALAS.
Jika tidak bisa SUKSES, maka jangan PUTUS ASA.
Jika tidak bisa MEMAAFKAN, maka jangan punya MUSUH.
Jika tidak bisa MINTA AMPUN, maka jangan berbuat DOSA.
Jika tidak bisa MENYAYANGI, maka jangan MEMBENCI.
Jika tidak bisa DIAM, maka jangan GHIBAH.
Jika tidak bisa berbuat BAIK, maka jangan berbuat KESALAHAN
Jika tidak bisa JUJUR, maka jangan BERDUSTA.
Jika tidak bisa BERDAMAI, maka jangan BERTENGKAR
Jika tidak bisa BERPUASA, maka jangan MAKAN SEMBARANGAN.
Jika tidak bisa MENYENANGKAN, maka jangan MENYAKITI.
Jika tidak bisa BERBAGI, maka jangan KIKIR.
Jika tidak bisa MENERIMA, maka BERBAGI.
Jika tidak bisa MENERIMA TAQDIR, maka jangan MENGELUH.
Jika tidak bisa BERSYUKUR, maka jangan KUFUR NIKMAT.
Jika tidak bisa MENGHARGAI, maka jangan MENCACI MAKI.
Jika tidak bisa MENIKAH, maka jangan ZINA.
Jika tidak bisa BERDOA, maka jangan ke DUKUN.
Jika tidak bisa makan yang HARAM, maka jangan mendekati yang SYUBHAT.
Jika tidak bisa minum yang HARAM, maka jangan mendekati KHAMER.
Jika tidak bisa BERSAUDARA, maka JAGA SILATURAHIM.
1,5 Jam, penentu kehidupan kekal
Sahabatku...
Untuk menjadikan renungan kita bersama,
betapa hidup ini sangat lah singkat,
ibaratnya hidup hanya sekedar mampir buat bersenda gurau saja, atau sekedar mampir minum teh.
Al-Qur'an menerangkan kepada kita bahwa satu hari di akhirat
rasanya bagaikan seribu tahun di dunia.
Bukankah ini kaidah teori relativitas?
Sahabatku, mari kita lihat berdasarkan Al-Qur'an sebagai sumber kebenaran absolut.
-> 1 hari akhirat = 1000 tahun
--> 24 jam akhirat = 1000 tahun
---> 3 jam akhirat = 125 tahun
----> 1,5 jam akhirat = 62,5 tahun
Umur manusia rata-rata 60-70 tahun.
Jadi hidup manusia ini jika dilihat dari langit hanyalah 1,5 jam saja.
Sahabatku, waktu kita didunia hanya 1,5 Jam!
Pantaslah kita selalu diingatkan masalah waktu.
Hanya satu setengah jam saja.
Sungguh waktu yang sangat singkat, namun akan menentukan kehidupan abadi kita kelak, apakah kita hendak ke surga atau ke neraka.
Cuma satu setengah jam saja penderitaan karena berbagai ujian, maka bersabarlah.
Satu setengah jam saja coba buat Allah senang dan hentikan buat setan senang.
Cuma satu setengah jam saja mencoba menahan nafsu dan ganti dengan syariat-Nya.
Satu setengah jam, sebuah perjuangan teramat singkat,
dan Allah ganti dengan surga abadi.
Allahu Akbar...
MENGENAL IKHLAS
Ibnu Al-Qayyim Al-Jauziyah berujar, amal tanpa keikhlasan seperti musafir yang meng isi kantong dengan kerikil pasir. Memberatkannya tetapi tidak bermanfaat. Menurut Imam Al-Ghazali, peringkat ikhlas itu ada tiga. Pertama, ikhlas awam yakni ikhlas dalam beribadah kepada Allah karena dilandasi perasaan takut kepada siksa-Nya dan masih mengharapkan pahala dari-Nya.
Kedua, ikhlash khawas, ialah ikhlas dalam beribadah kepada Allah karena dimotivasi oleh harapan agar menjadi hamba yang lebih dekat dengan-Nya dan dengan kedekatannya kelak ia mendapatkan sesuatu dari-Nya.
Ketiga, ikhlash khawas Al-Khawas adalah ikhlas dalam beribadah kepada Allah karena atas kesadaran yang tulus dan keinsyafan yang mendalam bahwa segala sesuatu yang ada adalah milik Allah dan hanya Dia-lah Tuhan yang Mahasegala-galanya
Jika ikhlas sudah menjadi karakter hati dalam beramal ibadah, niscaya keberagamaan kita menjadi lurus, benar, dan istiqamah (konsisten). (QS Al-Bayyinah [98]: 5). Selain kunci diterima tidaknya amal ibadah kita oleh Allah SWT, ikhlas juga membuat kinerja kita bermakna dan tidak sia-sia. Kinerja yang bermakna adalah kinerja yang berangkat dari hati yang ikhlas dan mengikuti aturan ibadah yang disyariatkan di dalam Islam. Lalu akan memberikan terbaik dalam ibadah, karena keyakinan Allah SWT sebagai tujuan terbaik diatas segalanya.
Ikhlas itu kata yang mudah diucapkan, tetapi sulit dilaksanakan. Karena itu, kita perlu belajar dan membiasakan diri menjadi mukhlis (orang yang ikhlas).
Dari segi bahasa, ikhlas itu mengandung makna memurnikan dari kotoran, membebaskan diri dari segala yang merusak niat dan tujuan kita dalam melakukan suatu amalan.
Ikhlas juga mengandung arti meniadakan segala penyakit hati, seperti syirik, riya, munafik, dan takabur dalam ibadah. Ibadah yang ikhlas adalah ibadah yang dilakukan semata-mata karena Allah SWT.
KUNCI PERMASALAHAN
Sesungguhnya ada banyak KEBAIKAN di sekeliling kita, namun KEEGOISAN menutupi hati, membuat kita tidak MELIHATNYA.
Sesungguhnya kita punya banyak SAHABAT, namun KEBENCIAN membuat kita memandang mereka sebagai MUSUH.
Sesungguhnya kehidupan kita sudah BAHAGIA, namun rasa TIDAK BERSYUKUR membuat kita hidup MENDERITA.
Sesungguhnya PEKERJAAN kita sudah BAGUS, namun AMBISI berlebihan membuat kita terus MENGELUH dan PROTES.
Sesungguhnya kita sudah memiliki BANYAK, namun KESERAKAHAN membuat kita merasa MISKIN.
Sesungguhnya hidup ini DAMAI, namun KEGELISAHAN membuat dunia terasa bagai MEDAN PERANG.
Kunci permasalahan tidak ada DI LUAR, melainkan ada dalam HATI kita.
Langganan:
Postingan (Atom)